Pembinaan UMKM Jadi Fokus Utama, Bupati Berau: Strategi Efektif Penurunan Angka Kemiskinan

img


POSKOTAKALTIMNEWS.COM, TANJUNG REDEB Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah penduduk miskin di wilayah Kabupaten Berau pada tahun 2023.


Menurut laporan terbaru, angka kemiskinan turun sebesar 5,54 persen, dan mengalami penurunan sebesar 0,11 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Data ini mencerminkan upaya nyata dalam mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Berau. Dengan penurunan yang signifikan, BPS Kabupaten Berau memberikan informasi yang positif terkait keberlanjutan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

 

Penurunan sebesar 5,54 persen di tahun 2023 menunjukkan komitmen serius Pemerintah Daerah untuk mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Meskipun penurunan sebesar 0,11 persen terhitung kecil, hal ini tetap menandakan langkah positif dalam upaya mengatasi tantangan kemiskinan.

 

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas sangat bersyukur terkait penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Berau, ia menyebutnya sebagai berkah luar biasa bagi masyarakat Berau

 

Ia Berharap trend positif ini berlanjut, Bupati menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kondisi ekonomi, khususnya bagi masyarakat miskin.

 

"Pembinaan pada UMKM menjadi fokus utama untuk memperkuat dampak positif penurunan kemiskinan," kata Bupati Berau pada Poskotakaltimnews.

 

Sri Juniarsih Mas menegaskan tekadnya untuk membina masyarakat agar lebih mandiri dan mengalami transformasi ekonomi. Pembinaan tidak hanya terbatas pada UMKM, melainkan juga melibatkan potensi-potensi lain di kabupaten Berau.

 

"Potensi pariwisata menjadi sorotan, dengan ide-ide berlian dan inovasi dijadikan kunci pembinaan dan pendampingan," tuturnya.

 

Dalam konteks pariwisata, Bupati menyoroti pentingnya memiliki ide-ide inovatif, Pembinaan dan pendampingan terhadap potensi-potensi pariwisata akan terus dikembangkan. Sebagai aset berharga, sektor pariwisata dianggap memiliki peran penting, terutama karena setiap kecamatan di kabupaten Berau memiliki potensi yang berbeda-beda.

 

Bupati menekankan bahwa penanganan masyarakat miskin tidak homogen, beberapa di antaranya berada di kecamatan tertentu. Oleh karena itu, pembinaan dan pendampingan akan lebih intensif di wilayah-wilayah tersebut.

 

"Kesadaran terhadap perbedaan potensi di setiap kecamatan menjadi dasar strategi pembinaan yang berkelanjutan," katanya.

Dengan tegas, Bupati Berau menyatakan bahwa pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat miskin akan terus dilakukan hingga mereka dapat berdiri sendiri. Transformasi ekonomi dianggap sebagai landasan keberlanjutan pembinaan, dengan harapan agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari perkembangan positif yang telah dicapai. (Sep/Nad)